Viral Pipa Tidak di Tanam Depan Rumah Warga, Firdaus Hasbullah Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALl Angkat Bicara

PALI – Senin (16-02-2026) Viral di media pemberitaan Pipa milik PT.Pertamina dan PT.Medco Energi, muncul ke permukaan tanah (timbul) di sepanjang jalan Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menanggapi Pemberitaan tersebut.

Firdaus Hasbullah Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALl mengatakan Medco ini pipanya dimana-mana slalu mengalami kebocoran,klu memang sdh tidak layak lagi coba diganti,perusahaan besar tapi seperti perusahaan kemarin sore.

Pipa yang tidak ditanam didepan rumah warga Itu bisa membahayakan masyarakat, Ujar FH.

Firdaus Hasbullah menegaskan Patuhi dong soal UU Lingkungan, Kesalamatan masyarakat itu hukum yg tertinggi, Kita lihat saja kalu masyarakat ada yang jadi korban dari jalur Pipa ini kita akan tuntut perusahaan tersebut.

Sebelumnya Viral diberitakan media Online Seputarsumsel.co.id – PALI – Keselamatan warga Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini terancam. Infrastruktur pipa milik dua perusahaan migas raksasa, milik PT.Pertamina dan PT.Medco Energi, dilaporkan muncul ke permukaan tanah (timbul) di sepanjang jalan desa yang padat aktivitas penduduk.‎‎Kondisi pipa yang seharusnya tertanam di kedalaman aman ini memicu kekhawatiran akan potensi ledakan atau kebocoran yang sewaktu-waktu dapat terjadi di tengah pemukiman.‎‎Rahasmin, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kecemasan ini telah menghantui warga dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, keberadaan pipa aktif yang terbuka tanpa pelindung di area publik sangat berisiko tinggi.‎‎”Keresahan ini sudah lama kami rasakan. Pertanyaan kami sederhana, jika terjadi apa-apa atau pipa ini bocor, siapa yang akan bertanggung jawab? Posisinya sekarang berada tepat di tengah pemukiman penduduk,” ujar Rahasmin kepada awak media, Senin (16/02/2026).‎‎Ia menambahkan, posisi pipa yang berada di bahu jalan membuat material besi tersebut rentan terbentur kendaraan atau mengalami korosi akibat cuaca, yang dapat memicu kerusakan fatal.‎‎Masyarakat mendesak pihak Pertamina dan Medco Energi untuk segera melakukan normalisasi dengan menanam kembali pipa-pipa tersebut sesuai standar keselamatan migas. Warga tidak ingin pihak perusahaan baru bergerak setelah terjadi musibah yang memakan korban.‎‎Selain faktor keselamatan, warga juga mengantisipasi adanya upaya cuci tangan dari pihak perusahaan jika insiden terjadi. Rahasmin menegaskan agar perusahaan tidak mencari-cari alasan teknis yang justru menyudutkan warga.‎‎”Jangan nanti kalau sudah bocor, masyarakat yang disalahkan. Atau pihak perusahaan menyebut itu sabotase untuk mengelabuhi masyarakat. Kami minta segera ditanam kembali demi keamanan bersama,” tegasnya.‎‎Berdasarkan pantauan di lapangan, pipa-pipa tersebut memang tampak menyembul di permukaan tanah di beberapa titik sepanjang jalan desa. Secara teknis, pipa migas yang tidak tertanam sangat rentan terhadap fatigue (kelelahan material) dan sabotase fisik yang tidak disengaja.‎‎Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Pertamina maupun Medco Energi di wilayah PALI belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan pipa di Desa Sungai Ibul tersebut. Warga berharap Pemerintah Kabupaten PALI dapat turun tangan memediasi masalah ini sebelum jatuh korban jiwa.‎‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum bisa terhubung, Namun pihak media terus mencoba untuk konfirmasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top