PPM PALI Himbau Influencer Bijak Bermedia Sosial, Jangan Picu Konflik Horizontal Lewat Konten Menyesatkan

Sumsel — Terkait viralnya sebuah video yang menyudutkan salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Pemuda Panca Marga (PPM) PALI mengeluarkan pernyataan sikap yang mengimbau seluruh influencer untuk lebih bijak dalam menyajikan konten di media sosial.
“Benar bahwa negara kita adalah negara demokrasi, namun jangan lupa — khususnya anak muda — adab ketimuran harus selalu dijaga. Kritik boleh, namun harus tetap dijaga tata krama, hormati orang yang lebih tua, karena kita semua yang muda pasti akan menua,” ujar pernyataan PPM PALI, Senin (31/8/2026).
PPM PALI menekankan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh dijalankan tanpa tanggung jawab. Terlalu banyak informasi yang menyesatkan (misleading) di media sosial, dikhawatirkan dapat memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.
“Kami mendukung kritik sebagai kontrol sosial, namun harus dengan cara yang benar dan data yang benar,” tegas PPM PALI.
Ketua PPM PALI juga meminta pihak-pihak terkait, khususnya para influencer, untuk segera meluruskan perihal yang viral tersebut. Hal ini dinilai penting karena berpotensi menimbulkan konflik horizontal, khususnya di wilayah Kabupaten Muara Enim dan sekitarnya.
Kritik dan pengawasan terhadap penyelenggara negara memang dibutuhkan, namun harus disampaikan secara berimbang, berbasis fakta, dan tetap menjaga kesopanan, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan yang merugikan persatuan masyarakat.
