Warga Keluhkan Pembangunan RKB SDN 16 Penukal, Ruang Kelas Rp199 Juta Belum Berkeramik dan Berplafon

PALI – Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri 16 Penukal di Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menjadi sorotan warga. Proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp199.616.000 itu dikeluhkan karena kondisi bangunan dinilai belum layak dengan dana tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan tersebut disebut belum dipasang keramik, belum memiliki plafon, belum dicat, serta instalasi listrik juga belum terpasang. Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh CV Wede Pama Serasi.
Sesuai papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan paket Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN 16 Penukal Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal dengan Nomor Kontrak 425/027/SPK/RKB-SDN16.P/DISDIK/APBD/2026 tertanggal 9 Juni 2026. Proyek memiliki masa pelaksanaan selama 90 hari kalender, yakni mulai 9 Juni hingga 6 September 2026.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa melihat kondisi bangunan tersebut. Menurutnya, hasil pekerjaan belum mencerminkan proyek yang menelan anggaran hampir Rp200 juta.
“Kami hanya ingin tahu, apakah memang bangunannya seperti ini? Nilainya hampir Rp200 juta, tetapi lantainya belum dikeramik, plafonnya belum ada, belum dicat, bahkan listrik juga belum dipasang. Kami berharap pemerintah memberikan penjelasan kepada masyarakat,” ujarnya.
Warga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten PALI melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan agar penggunaan anggaran daerah benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas.
“Kalau memang pekerjaannya belum selesai, kami berharap diselesaikan sesuai spesifikasi. Tetapi kalau memang sudah dianggap selesai, tentu harus ada penjelasan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan tanda tanya,” kata warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten PALI maupun pihak pelaksana, CV Wede Pama Serasi, terkait keluhan warga tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan mengenai progres pekerjaan, spesifikasi teknis bangunan, serta kondisi proyek yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.
