Pandemi Merenggut Sekolahnya, Kini Mesi Bangkit Mengejar Cita-cita
PALI,JejakKamera.com– Mimpi yang sempat terhenti selama enam tahun akhirnya kembali menyala bagi Mesi Saputri. Perempuan asal Pengabuan, Kabupaten PALI itu kini memiliki harapan baru untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru setelah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program Sekolah Kembali yang digagas PT Pertamina EP Adera Field.
Pada 2020, saat pandemi Covid-19 melanda, kondisi ekonomi keluarganya memburuk. Di usia 15 tahun, Mesi terpaksa menghentikan pendidikan ketika masih duduk di kelas X SMA. Keputusan itu bukan karena keinginan sendiri, melainkan akibat keterbatasan biaya.
Waktu terus berjalan. Mesi kemudian menikah di usia muda dan menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga. Suaminya bekerja sebagai operator alat berat di Palembang, sementara ia tinggal di Pengabuan bersama anak mereka.
Dari Canting Lahir Harapan: Jejak Pembinaan Pertamina di Rumah Kreatif Boek Khaman
Meski demikian, keinginan untuk kembali mengenyam pendidikan tidak pernah benar-benar hilang. Harapan menjadi guru tetap ia simpan hingga akhirnya datang kesempatan yang tidak pernah disangka.
Pada 2026, PKBM Nurul Ilmi menghubungi Mesi untuk mengikuti Program Sekolah Kembali yang diinisiasi PT Pertamina EP Adera Field. Program tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat yang putus sekolah untuk menyelesaikan pendidikan melalui Paket C, sekaligus memperoleh pelatihan keterampilan menjahit.
Mendapat kabar tersebut, Mesi langsung meminta izin kepada suaminya. Restu keluarga menjadi langkah awal baginya untuk kembali duduk di bangku belajar.
Tidak sendiri, Mesi bergabung bersama 70 peserta lain yang juga pernah putus sekolah. Mayoritas peserta berusia antara 20 hingga 25 tahun. Mereka mengikuti pembelajaran Paket C secara rutin dua kali dalam sepekan dengan materi sekitar 15 mata pelajaran.

Selain pendidikan akademik, peserta juga memperoleh pelatihan menjahit sebagai bekal keterampilan. Mereka belajar membuat pakaian, tas hingga melakukan berbagai teknik dasar menjahit yang diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan di masa depan.
Pada pertengahan Juni 2026, Mesi berhasil menyelesaikan ujian Paket C dan dinyatakan lulus. Kelulusan itu menjadi titik balik yang menghidupkan kembali cita-citanya sejak kecil.
“Kalau tidak ada Program Sekolah Kembali dari Pertamina EP Adera, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Sekarang saya ingin kuliah di jurusan PGSD karena sejak kecil bercita-cita menjadi guru,” ujar Mesi yang kini berusia 21 tahun.
Pertamina EP Adera Ajak Warga Pengabuan Sehat dari Kebun Sendiri
Sambil menunggu proses pendaftaran kuliah, Mesi mulai membuka usaha kecil di rumah berupa warung dan jasa menjahit. Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan kini mulai memberikan tambahan pendapatan.
Menurutnya, penghasilan dari jasa menjahit mencapai sekitar Rp400 ribu setiap bulan. Meski belum besar, penghasilan tersebut cukup membantu ekonomi keluarga.
Program Sekolah Kembali merupakan hasil kolaborasi PT Pertamina EP Adera Field bersama PKBM Nurul Ilmi dan PKBM Tiga Dewa, dengan dukungan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Program ini menyasar anak-anak putus sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Pemerintah Kabupaten PALI memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Staf Khusus Bupati PALI, Supran Mastura, menilai program itu membuka kembali akses pendidikan sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat.
Sementara itu, Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR), Iwan Ridwan Faizal, mengatakan Program Sekolah Kembali merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kesempatan kedua kepada masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, pendidikan dan keterampilan menjadi bekal penting agar masyarakat memiliki peluang meningkatkan kualitas hidup.
“Di balik mereka yang belum sempat mengenyam pendidikan, selalu ada mimpi yang menunggu untuk diwujudkan. Pertamina EP Adera Field ingin menghadirkan kesempatan kedua agar mereka dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita yang sempat tertunda,” kata Iwan.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pertamina EP Adera Field dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasinya, sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang sebelumnya terpaksa menghentikan sekolah karena berbagai keterbatasan.
Penulis : Riko Eriyadi
Editor : Tim Redaksi
