P2HB KEMENHUT BERSAMA TIM GABUNGAN TURUN KE LAPANGAN MELACAK KORIDOR GAJAH SUMATERA DI KHDTK BENAKAT

0

jejakkamera.com – 29 Juli 2026 Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) Kementerian Kehutanan, turun ke lapangan bersama BKSDA Sumsel, KPH wilayah XII, UNSRI, Koramil pendopo dan KTH melacak jejak koridor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di areal KHDTK BENAKAT.

Dalam keterangan nya kepala bidang 2 P2HB KEMENHUT Pratiara S.Hut M.Si yang didampingi oleh tim teknis KHDTK (Dr. Ignatius Adi Nugroho dan Dr. Farida Herry Susanty) menerangkan bahwa tujuan tim gabungan dari beberapa pihak turun ke KHDTK BENAKAT untuk melacak koridor gajah sumatera sebagai tindaklanjut atas Instruksi Presiden Inpres no 8 tahun 2026 yang mana KHDTK BENAKAT blok 1 adalah salah satu akses jalur lewat gajah Sumatera yang memang harus kita perhatikan

“iya kita dari pusat pengembangan hutan berkelanjutan (P2HB) bersama tim gabungan dan masyarakat turun ke lapangan untuk memastikan akses koridor gajah sumatera yang ada di KHDTK BENAKAT blok 1 ini, selain itu kami dari P2HB KEMENHUT bersama rekan rekan tim gabungan dari berbagai pihak akan memperbaiki dan mencari langkah kreatif dan solutif untuk menghijaukan kembali KHDTK Benakat dengan cara menanam tanaman pakan gajah agar hewan gajah tetap terlindungi dengan kecukupan pakan di sepankang koridor gajah imbuhnya”.

Hasil penelusuran terhadap jejak gajah di Blok 1 KHDTK Benakat diperkirakan terdapat 17 individu gajah yang melintas pada koridor tersebut sehingga KHDTK Benakat cukup strategis untuk dikembangkan sebagai koridor gajah. Kajian-kajian yg menyangkut informasi tentang gajah seperti pakan, genetik, kehidupan sosial gajah, interaksi positif pada habitat gajah dan jalur perlintasan gajah dapat menjadi informasi yang menarik untuk dikembangkan.

Peran P2HB dalam mendukung tugas dan fungsi bidang konservasi gajah menjadi sangat strategis. Hal tersebut pun mendapatkan tanggapan yang positif dari kelompok masyarakat dan petani yang tergabung dalam kelompok tani hutan bahwa hewan gajah dan masyarakat perlu membangun sinergi dalam hidup bersama di habitat semangus benakat sehingga tidak terjadi konflik yang memakan korban, dengan hadirnya semua pihak semoga hewan gajah tetap terjaga dan masyarakat dapat melindungi keberadaan gajah di KHDTK benakat.

Menurut keterangan salah satu pengurus kelompok tani hutan Adipurnomo mengapresiasi dengan kehadiran dan langkah dari semua pihak terkait khususnya dari kementerian kehutanan Republik Indonesia yang telah turun langsung ke lapangan dan menjadi langkah yang baik untuk ke depannya. Kami sangat mendukung program pemerintah dan kementerian kehutanan yang akan menanami pakan gajah di sepanjang jalur perlintasan gajah sumatera yang saya yakin dengan pakan yang cukup di sepanjang akses perlintasan gajah, kesejahteraan gajah sumatera dapat terfasilitasi dan tidak akan ada lagi konflik antara manusia dengan gajah. Gajah tercukupi pakannya dan tidak lagi merusak tanaman petani.

Karena hewan gajah adalah hewan yang dilindungi akan tetapi masarakat juga ingin hidup,artinya dengan langkah yang akan dilakukan dari P2HB KEMENHUT bersama tim yang lain akan membawa kebaikan untuk semua imbuhnya”.

Gajah sumatera atau biasa disebut Elephas maximus sumatranus, merupakan salah satu sub spesies dari gajah asia yang berhabitat asli di Pulau Sumatra dan saat ini statusnya berada dalam kategori sangat terancam punah.
Untuk itu kita harus jaga keberlangsungan nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *